jangan selesaikan kalimatmu—
biar ia menjadi fana.
aku terus berlari, ingin ini berhenti.
rindu, meski tak lagi tertidur di kakimu,
meski tak bisa kucium bibirmu
kala ini, kau tahu aku hanyalah kata-kata yang rancu.
kalimat-kalimat yang hilang makna
tak memiliki arti.
Aku adalah tugu kehampaan—
seperti arca yang berdiri di antara
kenangan dan harapan.
mengambang, tertidur dan enggan terbangun.
adalah kesepian, yang membatu, diam.
menjadi wujud sempurna kesendirian.
Puisi ini adalah perbaikan dari puisi lama penulis yang ada di blog pribadi (link)













































