Keajaiban tak perlu perjanjian, kan?
seperti awan di atas sana
seperti air di lautan
seperti cinta
seperti pertemuan mereka dan kita
Menua membunuhnya
diam-diam
pelan-pelan
merambat jalar
Mana anak kecil itu?
mana permainan-permainan itu?
tak ada kalah menang kekal
semua adalah bermain
Kini kita hanya duduk
menghitung detak pada luka yang mengatup
dari riuh yang menuntut belajar
berhenti adalah langkah yang patut.
Waktu tak pernah berjanji untuk kembali
ia hanya menepi, menjadi kerak di memori
seperti coretan kapur di papan usang
terhapus fajar, tersapu malam.
Entah sampai kapan kita mengejar bayang
padahal di sini, di diam yang cukup
keajaiban itu sedang mengetuk tanpa rencana, tanpa ragu
hanya ada aku, kau, dan waktu yang membatu.
Yu …































