Swara Pena
  • Kelas Menulis
  • Pena Sastra
    • SEMUA
    • Non Fiksi
    • Prosa
    • Puisi

    Suara yang Tertinggal di Punggung Gunung

    apa kabar?

    apa kabar?

    Ilustrasi Meta AI

    Setiap Orang Memiliki Panggungnya Masing-masing

    Makna Waktu

    Yu …

    Ilustrasi Ruang Waktu (Sumber: AI)

    Sunyi Menggema Kata

    Pemuda pengumpul sampah

    pemuda tukang sampah

    Mikrofon kekuasaan

    Dari Megafon ke Mikrofon kekuasaan

    Padahal kau Dayak

    Ilustrasi Kondisi Desa Barunan

    MODERN TAPI TERPENCIL

    • Prosa
    • Puisi
    • Non Fiksi
    • Cerita Rakyat
    • Naskah Drama
  • Pena Kabar

    Api di Tanah “Tuan Kebun”

    BUMN Bukan Lagi Penyelenggara Negara: Perubahan atau Celah Baru?

    Tangisan Ibu Pertiwi

    Lumbung Pangan

    Proyek Lumbung Pangan, dari Solusi jadi Ancaman

  • Pena Artikel
    Selvi Anggreani, jurusan Ilmu Komunikasi, Angkatan 2024-UMPR.

    Studi Fenomenologi Terhadap Mahasiswa Pengguna Second Account Instagram

    Ilustrasi artikel.

    Festina Lente (Bergegaslah dengan Perlahan)

    Perempuan Remaja Penggerak Keadilan Iklim Dunia, Manifestasi Ekofeminisme menjadi Eko-Anarkisme

    Eko-Anarkisme: Greta Thunberg. Sang Pelopor Gerakan Keadilan Iklim Dunia

    kerusakan lingkungan Indonesia

    Kepunahan Alam Semesta, Menuntut Pertanggungjawaban Oligarki

    Ilustrasi masyarakat adat Dayak berdiri di wilayah hutan adat dengan latar aktivitas penebangan, alat berat, dan kebakaran, menggambarkan konflik lingkungan, alih fungsi lahan, serta upaya perlindungan tanah ulayat.

    Lingkungan Hidup Pada Perspektif Masyarakat Adat Dayak

    Ilustrasi pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan dengan latar hutan dan aktivitas manusia, menggambarkan konflik antara kepentingan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan hidup.

    IKN dan Logika Pembangunan yang Homosentris

    Perlindungan Gambut Masih Lemah

    Bakar Gambut Dalam Kebijakan Yang Abu-Abu

    Kedaulatan pangan Dayak Meratus

    Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Pegunungan Meratus

    Ilustrasi Kondisi Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah

    Dinamika Ekologi dan Perspektif Lingkungan Hidup di Kalimantan Tengah

  • Pena Opini
    Ilustrasi artikel.

    Festina Lente (Bergegaslah dengan Perlahan)

    Mahasiswa dan Buku

    Mei di Banua: Ketika Jalanan Mengingat, Rakyat Bertanya, dan Kalimantan Selatan Menatap Masa Depan

    Ilustrasi peluru berisi wajah korban perang anak, ibu, dan tentara di tengah kota yang hancur akibat konflik.

    PELURU TAK PUNYA HATI BERBELAS KASIH

    Foto : Ilustrasi ruang hidup masyarakat adat yang semakin sempit (Meta AI).

    Kuasa Ruang Hidup Menyempit, Potensi Ancaman Hilangnya Identitas Budaya Dayak Yang Beradab

    Ilustrasi sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang terlihat berunjuk rasa di ruang publik dengan membawa poster bertema keadilan iklim, penyelamatan bumi, dan penolakan deforestasi, berlatar kawasan industri, hutan, serta energi terbarukan.

    Merebut Keadilan Lingkungan dari Perspektif Perempuan

    Ilustrasi Hutan Potensi Hutan Desa

    Pengelolaan Hutan Desa Melalui Skema Menjaga Hutan Sembari Menjaga Ketahanan Pangan

    Ilustrasi masyarakat adat dan pegiat lingkungan di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, membawa spanduk “Selamatkan Meratus” dengan latar hutan, satwa liar, dan simbol penolakan pembalakan serta kebijakan konservasi yang dinilai tidak adil.

    Menjaga Meratus dengan Keadilan Ekologis

    Ilustrasi Ruang Aman Perempuan dan Anak.

    RUANG AMAN BAGI PEREMPUAN DAN ANAK

No Result
View All Result
Swara Pena
  • Kelas Menulis
  • Pena Sastra
    • SEMUA
    • Non Fiksi
    • Prosa
    • Puisi

    Suara yang Tertinggal di Punggung Gunung

    apa kabar?

    apa kabar?

    Ilustrasi Meta AI

    Setiap Orang Memiliki Panggungnya Masing-masing

    Makna Waktu

    Yu …

    Ilustrasi Ruang Waktu (Sumber: AI)

    Sunyi Menggema Kata

    Pemuda pengumpul sampah

    pemuda tukang sampah

    Mikrofon kekuasaan

    Dari Megafon ke Mikrofon kekuasaan

    Padahal kau Dayak

    Ilustrasi Kondisi Desa Barunan

    MODERN TAPI TERPENCIL

    • Prosa
    • Puisi
    • Non Fiksi
    • Cerita Rakyat
    • Naskah Drama
  • Pena Kabar

    Api di Tanah “Tuan Kebun”

    BUMN Bukan Lagi Penyelenggara Negara: Perubahan atau Celah Baru?

    Tangisan Ibu Pertiwi

    Lumbung Pangan

    Proyek Lumbung Pangan, dari Solusi jadi Ancaman

  • Pena Artikel
    Selvi Anggreani, jurusan Ilmu Komunikasi, Angkatan 2024-UMPR.

    Studi Fenomenologi Terhadap Mahasiswa Pengguna Second Account Instagram

    Ilustrasi artikel.

    Festina Lente (Bergegaslah dengan Perlahan)

    Perempuan Remaja Penggerak Keadilan Iklim Dunia, Manifestasi Ekofeminisme menjadi Eko-Anarkisme

    Eko-Anarkisme: Greta Thunberg. Sang Pelopor Gerakan Keadilan Iklim Dunia

    kerusakan lingkungan Indonesia

    Kepunahan Alam Semesta, Menuntut Pertanggungjawaban Oligarki

    Ilustrasi masyarakat adat Dayak berdiri di wilayah hutan adat dengan latar aktivitas penebangan, alat berat, dan kebakaran, menggambarkan konflik lingkungan, alih fungsi lahan, serta upaya perlindungan tanah ulayat.

    Lingkungan Hidup Pada Perspektif Masyarakat Adat Dayak

    Ilustrasi pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan dengan latar hutan dan aktivitas manusia, menggambarkan konflik antara kepentingan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan hidup.

    IKN dan Logika Pembangunan yang Homosentris

    Perlindungan Gambut Masih Lemah

    Bakar Gambut Dalam Kebijakan Yang Abu-Abu

    Kedaulatan pangan Dayak Meratus

    Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Pegunungan Meratus

    Ilustrasi Kondisi Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah

    Dinamika Ekologi dan Perspektif Lingkungan Hidup di Kalimantan Tengah

  • Pena Opini
    Ilustrasi artikel.

    Festina Lente (Bergegaslah dengan Perlahan)

    Mahasiswa dan Buku

    Mei di Banua: Ketika Jalanan Mengingat, Rakyat Bertanya, dan Kalimantan Selatan Menatap Masa Depan

    Ilustrasi peluru berisi wajah korban perang anak, ibu, dan tentara di tengah kota yang hancur akibat konflik.

    PELURU TAK PUNYA HATI BERBELAS KASIH

    Foto : Ilustrasi ruang hidup masyarakat adat yang semakin sempit (Meta AI).

    Kuasa Ruang Hidup Menyempit, Potensi Ancaman Hilangnya Identitas Budaya Dayak Yang Beradab

    Ilustrasi sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang terlihat berunjuk rasa di ruang publik dengan membawa poster bertema keadilan iklim, penyelamatan bumi, dan penolakan deforestasi, berlatar kawasan industri, hutan, serta energi terbarukan.

    Merebut Keadilan Lingkungan dari Perspektif Perempuan

    Ilustrasi Hutan Potensi Hutan Desa

    Pengelolaan Hutan Desa Melalui Skema Menjaga Hutan Sembari Menjaga Ketahanan Pangan

    Ilustrasi masyarakat adat dan pegiat lingkungan di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, membawa spanduk “Selamatkan Meratus” dengan latar hutan, satwa liar, dan simbol penolakan pembalakan serta kebijakan konservasi yang dinilai tidak adil.

    Menjaga Meratus dengan Keadilan Ekologis

    Ilustrasi Ruang Aman Perempuan dan Anak.

    RUANG AMAN BAGI PEREMPUAN DAN ANAK

No Result
View All Result
Swara Pena
No Result
View All Result

Rumah Singgah Ide, Merajut Solidaritas di Antara Perbedaan

Orasi Paulus Alfons Yance Dhanarto di Akurasi Kompas Swarapena

0 0
Share on FacebookShare on Twitter

Kawan-kawan sekalian,

Di awal perjalanan kita, sebelum Swarapena menjadi sebuah domain yang lebih formal, kita sering bertemu, berbincang, kadang sambil ngopi atau sekadar menikmati waktu bersama. Dalam pertemuan itu, saya merasakan adanya kegelisahan di dalam hati kawan-kawan kita — mungkin banyak dari kita terlibat dalam organisasi, baik itu organisasi profesi maupun organisasi pemuda dan mahasiswa. Namun, seringkali kita menemui sekat-sekat yang membatasi. Organisasi satu dengan yang lainnya kerap kali memiliki eksklusifitas sendiri, dan tidak jarang terjadi pemisahan antara yang berorganisasi dan yang tidak.

Kawan-kawan jurnalis pun, dalam menjalankan tugasnya, tidak selalu bisa memakai perspektif aktivis. Ada banyak persoalan yang harus kita hadapi di tengah perkembangan media saat ini. Kegelisahan ini bukanlah hal yang sepele; dia nyata dan terasa di antara kita. Obrolan yang kita lakukan di sela-sela waktu tidak menguap begitu saja — kini semua itu mulai membuahkan hasil yang konkret dengan adanya wadah ini.

Swarapena bukan sekadar organisasi baru yang menampung cita-cita bersama. Lebih dari itu, saya ingin melihatnya sebagai oase di mana berbagai suara dan aliran dapat bersatu, bersaing, dan menciptakan sebuah simfoni. Dalam simfoni ini, setiap suara, setiap nada yang berbeda, ketika bersatu akan melahirkan sebuah lagu yang indah. Bayangan saya tentang Swarapena adalah tempat di mana kita bisa saling bertemu, berbagi ide, dan menguji nilai-nilai yang kita pegang.

Di sini, kita bukan sekadar sekelompok tentara yang harus mengikuti perintah, melainkan manusia-manusia merdeka yang membangun rumah singgah untuk bersama. Ruang ini dapat menjadi wahana untuk berpikir konstruktif dan dekonstruktif. Kita perlu menguji kebenaran, bahkan yang kita anggap benar hari ini. Ujian inilah yang akan menjadikan kebenaran sebagai kebenaran yang hakiki. Dengan membongkar kebenaran-kebenaran palsu, kita akan menemukan banyak hal baru.

Kita seharusnya tidak hanya memandang organisasi sebagai lembaga formal, tetapi sebagai rumah bagi ide-ide yang beragam. Di rumah singgah ini, kita bebas berekspresi, baik dalam bentuk seni, teori, maupun tulisan. Kita bukan hanya sekumpulan orang yang bertemu di dunia maya, tetapi lebih dari itu — kita adalah individu yang menjalin relasi dengan rasa tanggung jawab.

Ruang imajinasi adalah bagian penting dari kehidupan kita. Ketika kita membatasi ruang itu, kita akan kehilangan sisi kemanusiaan kita. Dinamika yang terjadi di antara kita, termasuk perbedaan pendapat, justru akan membangkitkan kreativitas. Kita harus membuka ruang untuk diri kita dan rekan-rekan, menemukan kemanusiaan di tengah perbedaan.

Setiap pertemuan, setiap obrolan, adalah langkah untuk membangun solidaritas. Di sini, kita membangun relasi sebagai sahabat, dan dari situlah solidaritas akan muncul secara alami. Mari kita terus berkumpul, berbagi ide dan perasaan, dan melakukan pertemuan-pertemuan yang berarti.

Terima kasih.

 

Yayasan Betang Borneo Indonesia Yayasan Betang Borneo Indonesia Yayasan Betang Borneo Indonesia
Paulus Alfons Yance Dhanarto

Paulus Alfons Yance Dhanarto

Akademisi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya. Memegang gelar Master of International Development.

Roni Sahala

Roni Sahala

Seorang jurnalis yang menetap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Di luar rutinitas mengabarkan fakta, juga seorang penikmat sastra yang jatuh hati pada kedalaman puisi. Menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan ruang untuk berekspresi dan cermin untuk merefleksikan diri. Blog Komunitas ini adalah tempat berbagi potongan pikiran, rasa, dan pengamatan yang saya temukan dalam perjalanan hidup.

Terkait Pos

Selvi Anggreani, jurusan Ilmu Komunikasi, Angkatan 2024-UMPR.
Pena Artikel

Studi Fenomenologi Terhadap Mahasiswa Pengguna Second Account Instagram

Juli 1, 2026

Penulis dan Peneliti : Selvi Anggreani Di era digital, media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana berbagi informasi, tetapi telah...

Ilustrasi artikel.
Pena Artikel

Festina Lente (Bergegaslah dengan Perlahan)

Juni 18, 2026

Saat scroll tiktok, salah satu akun membagikan video perlombaan lari marathon di salah satu negara Asia. Terlihat mencolok, seorang pria...

Perempuan Remaja Penggerak Keadilan Iklim Dunia, Manifestasi Ekofeminisme menjadi Eko-Anarkisme
Pena Artikel

Eko-Anarkisme: Greta Thunberg. Sang Pelopor Gerakan Keadilan Iklim Dunia

Februari 11, 2026

Dunia saat ini, sedang berada dalam fase kritis yang oleh para ilmuwan disebut sebagai The Anthropocene—sebuah epos geologis di mana...

kerusakan lingkungan Indonesia
Pena Artikel

Kepunahan Alam Semesta, Menuntut Pertanggungjawaban Oligarki

Februari 10, 2026

  Selama IPTEKS tidak merdeka, seperti juga politik negaranya, maka kekayaan sumberdaya alam Indonesia tidak akan menjadikan penduduknya sejahterah, melainkan...

Ilustrasi masyarakat adat Dayak berdiri di wilayah hutan adat dengan latar aktivitas penebangan, alat berat, dan kebakaran, menggambarkan konflik lingkungan, alih fungsi lahan, serta upaya perlindungan tanah ulayat.
Pena Artikel

Lingkungan Hidup Pada Perspektif Masyarakat Adat Dayak

Februari 10, 2026

Penetapan status kawasan hutan di Kalimantan Tengah telah menempatkan Masyarakat adat dayak dalam posisi dilema dalam mengeloal wilayah hidupnya, karena...

Ilustrasi pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan dengan latar hutan dan aktivitas manusia, menggambarkan konflik antara kepentingan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Pena Artikel

IKN dan Logika Pembangunan yang Homosentris

Februari 10, 2026

Pembangunan Ibu Kota Nusantara sejak 2022 dinilai mengedepankan kepentingan manusia dan ekonomi, dengan risiko serius terhadap lingkungan Kalimantan Timur.

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Kematian si Bisu dan Lima Butir Peluru

Desember 12, 2024

Menyimak Perdebatan Tiga Elemen dalam Pikiran: Menuju Kesadaran Nyata

Juni 2, 2025

Kita Adalah “Pembunuh” yang Lain

Maret 4, 2025

Teranyam Sendu Namamu

Juni 9, 2025

Malam yang Mengubah Sebuah Janji

0

Kematian si Bisu dan Lima Butir Peluru

0
Lumbung Pangan

Proyek Lumbung Pangan, dari Solusi jadi Ancaman

0
Beberapa mahasiswa di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menggelar Aksi Kamisan untuk mengingatkan kembali kasus pelanggaran hak asasi manusia, Kamis (18/1/2024). FOTO: KOMPAS/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO

Ketika Polisi Menjadi Pelaku Kekerasan

0
Selvi Anggreani, jurusan Ilmu Komunikasi, Angkatan 2024-UMPR.

Studi Fenomenologi Terhadap Mahasiswa Pengguna Second Account Instagram

Juli 1, 2026

Suara yang Tertinggal di Punggung Gunung

Juni 28, 2026
Ilustrasi artikel.

Festina Lente (Bergegaslah dengan Perlahan)

Juni 18, 2026

Mahasiswa dan Buku

Juni 10, 2026

  • Sejarah
  • Dapur
  • Menjadi Suara Melalui Tulisan
  • Galeri Kami

Copyright © SwaraPena - Komunitas Menulis Borneo

No Result
View All Result
  • Kelas Menulis
  • Pena Sastra
    • Prosa
    • Puisi
    • Non Fiksi
    • Cerita Rakyat
    • Naskah Drama
  • Pena Kabar
  • Pena Artikel
  • Pena Opini

Komunitas Menulis Borneo - Swara Pena

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In