hei,
semesta sedemikian unik, ya
ia tawarkan perlawanan
dari hati yang terkungkung jalan panjang
hingga, akhirnya
jiwa berbalik merdeka(?)
pun,
kesegaran hembusan angin
dari rasa bahagia tiba menggempur rasa syukur
dan, membawaku menghirupnya
sedalam kemampuanku
namun,
acap kali kau tawarkan dan perjamuan
kau, ah, kau tahu semesta?
ia hadir tanpa kuduga
kutahu, sebagaimana kau pun tahu
kau senantiasa mendukungku. Hidup jadi terasa
ia ‘Panda Liar’ yang lucu, kemudian
hadir dalam setiap penghabisan senjaku
keteduhan dalam tatapannya
lengkap dengan lingkar hitam, seperti cincin
di tangan Juliette, dan
tingkahnya yang manja: memecah tawa
diam-diam, menyulap resah
jadi kebahagiaan
di sepasang mataku,
tak ada kepalsuan itu:
aku ingin jadi sepasang kuda besi yang berlari tak henti, seperti nafas seorang lelaki
menggapaimu, merangkulmu, mengajakmu hidup sebagai pemberontak
musim teduh yang seteduh kota selepas hujan
kemudian beraliansi dengan semesta
merebut takdir yang getir, bersama
dari-Nya































