Anjing-anjing cokelat tampak seperti malaikat
Menggonggong nasib rakyat yang terjerat:
Mereka menggonggong tentang madtabat
Diam-diam menggarong uang rakyat
O, rakyat melarat dalam lolongan anjing cokelat
Terinjak, terbabat, lalu sekarat
O, mereka rakyat, bukan tulang yang lezat
Mereka dicengkram tangan-tangan konglomerat
Mereka tersayat dalam kekufuran para pejabat
Biarkan harapan tumbuh subur
Biarkan pula mimpi menggembur
Di sini, harapan bisa jadi kuburan
Karena mimpi telah dikenadalikan
Dan anjing-anjing cokelat dipeliahara
Manusia-manusia kotor
Anjing-anjing cokelat: kawanan penjahat
Meletakkan keadilan di ujung bedil
Kedamaian hanya sekadar ngiangan belaka
Kadang ibarat daging di mata belati
Saban hari tak kudengar berita yang ramah
Kadang kamarku dipenuh berita berdarah-darah
Sebab hukum bukan hiasan, jangan pula dimainkan
Sebab hukum bukan lukisan, jangan campakan di selokan zaman
O, anjing-anjing cokelat
Ketuk palu bukan ketuk pintu
Katuk palu jangan ragu-ragu, jangan malu-malu
Seperti remaja tertangkap basah kemudian jadi menantu
Ketuk palu hancurkan egois di hati
Sebelum bumi murka kepada siapa saja
Dan, oh, cukup sudah ia dilukai, di sakiti
Anjing-anjing cokelat berlagak seperti malaikat
Tunggulah, tunggu, anjing-anjing cokelat berikutnya
Memangsamu!































