Kalian berjuang untuk makan
Dikampung halaman mengais pekerjaan
Kampung yang terasing oleh tangan korporat
Tapi betapa dihati melekat erat.
Kalian gemetar dan lapar
Dibumi yang subur, ditengah yang makmur
Betapa membumbung perbedaan kehidupan
Ditanah air tercinta yang diagungkan.
Surya dipundak semakin meninggi
Ditengah banjir air mata dan darah
Kalian berjuang antara dua pahlawan
Satu (pah)lawan berkhianat, satu pahlawan rakyat.
Oh Bintang, kami barisan penyair
Tegak siap pada yang benar
Ganyang para korporat bajingan tak bertanggung jawab
Si perusak alam serta lingkungan yang biadab.
Kau bertanya, nasib kami para petani
Di tanah ini cuma sepetak
Wahai kaum korporat biadab
Kau merapas dan menggusur tanah kami.
Bulir padi terkuras digerogoti
Bukan tikus tanah yang ditakuti
Kini tikus sang kekasih korporasi
Tanah disengketa dengan cara manipilasi.
Bercumbu mesra dengan birokrasi sana sini
Membungkam aparat, licik dan cerdik sekali
Slogan mengayomi kalian tiada lagi arti
Kini kau tindas dengan keji, seumpama kami seekor sapi.
Kami masih berdiri, keras bertahan ntuk mencoba melawan
Kaum korporasi menjajah petak tanah air kami
Tanah dan tumpah darah memutar sejarah
Suluh api akan tetap menyala, kami lawan-lawan-lawan.































