Andai aku hidup di era 1998, ku rasa tak ada yang lebih penting di pikiran mahasiswa selain perjuangan…
Andai aku hidup di era 1998, ku rasa semua elemen bersatu melawan rezim bajingan….
Andai ku hidup di era 1998, ku rasa mahasiswa tak akan bercinta dengan aparat dan pemerintah yang serakah…
Andai aku hidup di era 1998, ku rasa aku tak akan hidup lebih lama. Mati ditembak dengan timah senapan…
Tapi apa daya, Tuhan mengizinkan ku hidup pasca sembila lapan. Terpuruk hidup di era sekarang…
Penindasan, pemiskinan, dan kesewenang-wenangan sekarang terang-terangan membunuhku…
Andainya tidak berubah, arah pergerakan mahasiswa justru lebih banyak oportunis daripada idealis…
Andainya mereka turun ke jalan berteriak “PEMERINTAH BAJINGAN”, bukan mengemis mengais pemerintah…
Ku tepis pernyataan Datuk Malaka “idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda”
Hei Tan, kau harus dengar. Pemuda sekarang banyak yang apatis dan opotunis!
Mereka mengaku dirinya adalah bung karno muda yang penuh dengan pergerakan dan perjuangan…
Bangsat, ku rasa mereka adalah bung karno tua yang penuh dengan politik dan kekuasaan…
Andai aku hidup di era 1998, ku rasa tulisan ini tak terbaca oleh kalian…
Copyright © SwaraPena - Komunitas Menulis Borneo































