Swara Pena
  • Kelas Menulis
  • Pena Sastra
    • SEMUA
    • Non Fiksi
    • Prosa
    • Puisi
    apa kabar?

    apa kabar?

    Ilustrasi Meta AI

    Setiap Orang Memiliki Panggungnya Masing-masing

    Makna Waktu

    Yu …

    Ilustrasi Ruang Waktu (Sumber: AI)

    Sunyi Menggema Kata

    Pemuda pengumpul sampah

    pemuda tukang sampah

    Mikrofon kekuasaan

    Dari Megafon ke Mikrofon kekuasaan

    Padahal kau Dayak

    Ilustrasi Kondisi Desa Barunan

    MODERN TAPI TERPENCIL

    Ilustrasi Cangkir Tua Sumber: Meta AI

    Sura dan Kaphi

    • Prosa
    • Puisi
    • Non Fiksi
    • Cerita Rakyat
    • Naskah Drama
  • Pena Kabar

    Api di Tanah “Tuan Kebun”

    BUMN Bukan Lagi Penyelenggara Negara: Perubahan atau Celah Baru?

    Tangisan Ibu Pertiwi

    Lumbung Pangan

    Proyek Lumbung Pangan, dari Solusi jadi Ancaman

  • Pena Artikel
    Perempuan Remaja Penggerak Keadilan Iklim Dunia, Manifestasi Ekofeminisme menjadi Eko-Anarkisme

    Eko-Anarkisme: Greta Thunberg. Sang Pelopor Gerakan Keadilan Iklim Dunia

    kerusakan lingkungan Indonesia

    Kepunahan Alam Semesta, Menuntut Pertanggungjawaban Oligarki

    Ilustrasi masyarakat adat Dayak berdiri di wilayah hutan adat dengan latar aktivitas penebangan, alat berat, dan kebakaran, menggambarkan konflik lingkungan, alih fungsi lahan, serta upaya perlindungan tanah ulayat.

    Lingkungan Hidup Pada Perspektif Masyarakat Adat Dayak

    Ilustrasi pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan dengan latar hutan dan aktivitas manusia, menggambarkan konflik antara kepentingan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan hidup.

    IKN dan Logika Pembangunan yang Homosentris

    Perlindungan Gambut Masih Lemah

    Bakar Gambut Dalam Kebijakan Yang Abu-Abu

    Kedaulatan pangan Dayak Meratus

    Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Pegunungan Meratus

    Ilustrasi Kondisi Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah

    Dinamika Ekologi dan Perspektif Lingkungan Hidup di Kalimantan Tengah

    Ilustrasi masyarakat adat Dayak Laman Kubung di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, berdiri di kawasan hutan dan sungai yang diduga terdampak kebakaran, banjir, alih fungsi lahan, dan aktivitas industri ekstraktif.

    Subsistensi Dayak Tomun Hadapi Ekspansi Industri

    Ketahanan Pangan

    Janji Palsu Ketahanan Pangan di Kalimantan Tengah

  • Pena Opini
    Foto : Ilustrasi ruang hidup masyarakat adat yang semakin sempit (Meta AI).

    Kuasa Ruang Hidup Menyempit, Potensi Ancaman Hilangnya Identitas Budaya Dayak Yang Beradab

    Ilustrasi sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang terlihat berunjuk rasa di ruang publik dengan membawa poster bertema keadilan iklim, penyelamatan bumi, dan penolakan deforestasi, berlatar kawasan industri, hutan, serta energi terbarukan.

    Merebut Keadilan Lingkungan dari Perspektif Perempuan

    Ilustrasi Hutan Potensi Hutan Desa

    Pengelolaan Hutan Desa Melalui Skema Menjaga Hutan Sembari Menjaga Ketahanan Pangan

    Ilustrasi masyarakat adat dan pegiat lingkungan di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, membawa spanduk “Selamatkan Meratus” dengan latar hutan, satwa liar, dan simbol penolakan pembalakan serta kebijakan konservasi yang dinilai tidak adil.

    Menjaga Meratus dengan Keadilan Ekologis

    Ilustrasi Ruang Aman Perempuan dan Anak.

    RUANG AMAN BAGI PEREMPUAN DAN ANAK

    Mengapa Pilkada Melalui DPRD Bukan Solusi Tepat ?

    Ilustrasi Feudal Power in Indonesian Public Space.

    Personalisasi Kekuasaan dan Penyakit Klasik Warisan Feodalisme

    Kebijakan Negara vs Kearifan Lokal: Penindasan Sistemik Masyarakat Adat Kalimantan

    Kebijakan Negara vs Kearifan Lokal

    Menjaga Ekosistem Gambut Meningkatkan Pendapatan Negara juga Sebagai Langkah Mitigasi Perubahan Iklim

No Result
View All Result
Swara Pena
  • Kelas Menulis
  • Pena Sastra
    • SEMUA
    • Non Fiksi
    • Prosa
    • Puisi
    apa kabar?

    apa kabar?

    Ilustrasi Meta AI

    Setiap Orang Memiliki Panggungnya Masing-masing

    Makna Waktu

    Yu …

    Ilustrasi Ruang Waktu (Sumber: AI)

    Sunyi Menggema Kata

    Pemuda pengumpul sampah

    pemuda tukang sampah

    Mikrofon kekuasaan

    Dari Megafon ke Mikrofon kekuasaan

    Padahal kau Dayak

    Ilustrasi Kondisi Desa Barunan

    MODERN TAPI TERPENCIL

    Ilustrasi Cangkir Tua Sumber: Meta AI

    Sura dan Kaphi

    • Prosa
    • Puisi
    • Non Fiksi
    • Cerita Rakyat
    • Naskah Drama
  • Pena Kabar

    Api di Tanah “Tuan Kebun”

    BUMN Bukan Lagi Penyelenggara Negara: Perubahan atau Celah Baru?

    Tangisan Ibu Pertiwi

    Lumbung Pangan

    Proyek Lumbung Pangan, dari Solusi jadi Ancaman

  • Pena Artikel
    Perempuan Remaja Penggerak Keadilan Iklim Dunia, Manifestasi Ekofeminisme menjadi Eko-Anarkisme

    Eko-Anarkisme: Greta Thunberg. Sang Pelopor Gerakan Keadilan Iklim Dunia

    kerusakan lingkungan Indonesia

    Kepunahan Alam Semesta, Menuntut Pertanggungjawaban Oligarki

    Ilustrasi masyarakat adat Dayak berdiri di wilayah hutan adat dengan latar aktivitas penebangan, alat berat, dan kebakaran, menggambarkan konflik lingkungan, alih fungsi lahan, serta upaya perlindungan tanah ulayat.

    Lingkungan Hidup Pada Perspektif Masyarakat Adat Dayak

    Ilustrasi pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan dengan latar hutan dan aktivitas manusia, menggambarkan konflik antara kepentingan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan hidup.

    IKN dan Logika Pembangunan yang Homosentris

    Perlindungan Gambut Masih Lemah

    Bakar Gambut Dalam Kebijakan Yang Abu-Abu

    Kedaulatan pangan Dayak Meratus

    Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Pegunungan Meratus

    Ilustrasi Kondisi Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah

    Dinamika Ekologi dan Perspektif Lingkungan Hidup di Kalimantan Tengah

    Ilustrasi masyarakat adat Dayak Laman Kubung di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, berdiri di kawasan hutan dan sungai yang diduga terdampak kebakaran, banjir, alih fungsi lahan, dan aktivitas industri ekstraktif.

    Subsistensi Dayak Tomun Hadapi Ekspansi Industri

    Ketahanan Pangan

    Janji Palsu Ketahanan Pangan di Kalimantan Tengah

  • Pena Opini
    Foto : Ilustrasi ruang hidup masyarakat adat yang semakin sempit (Meta AI).

    Kuasa Ruang Hidup Menyempit, Potensi Ancaman Hilangnya Identitas Budaya Dayak Yang Beradab

    Ilustrasi sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang terlihat berunjuk rasa di ruang publik dengan membawa poster bertema keadilan iklim, penyelamatan bumi, dan penolakan deforestasi, berlatar kawasan industri, hutan, serta energi terbarukan.

    Merebut Keadilan Lingkungan dari Perspektif Perempuan

    Ilustrasi Hutan Potensi Hutan Desa

    Pengelolaan Hutan Desa Melalui Skema Menjaga Hutan Sembari Menjaga Ketahanan Pangan

    Ilustrasi masyarakat adat dan pegiat lingkungan di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, membawa spanduk “Selamatkan Meratus” dengan latar hutan, satwa liar, dan simbol penolakan pembalakan serta kebijakan konservasi yang dinilai tidak adil.

    Menjaga Meratus dengan Keadilan Ekologis

    Ilustrasi Ruang Aman Perempuan dan Anak.

    RUANG AMAN BAGI PEREMPUAN DAN ANAK

    Mengapa Pilkada Melalui DPRD Bukan Solusi Tepat ?

    Ilustrasi Feudal Power in Indonesian Public Space.

    Personalisasi Kekuasaan dan Penyakit Klasik Warisan Feodalisme

    Kebijakan Negara vs Kearifan Lokal: Penindasan Sistemik Masyarakat Adat Kalimantan

    Kebijakan Negara vs Kearifan Lokal

    Menjaga Ekosistem Gambut Meningkatkan Pendapatan Negara juga Sebagai Langkah Mitigasi Perubahan Iklim

No Result
View All Result
Swara Pena
No Result
View All Result
BERANDA Pena Opini

Pengelolaan Hutan Desa Melalui Skema Menjaga Hutan Sembari Menjaga Ketahanan Pangan

(Studi Kasus: Hutan Desa Bulan Sakti, Desa Kayu Bulan, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas – Kalimantan Tengah)

OLEHAmang Basri
Februari 9, 2026
0 0
Ilustrasi Hutan Potensi Hutan Desa

Ilustrasi Hutan Potensi Hutan Desa

Hutan memiliki peran yang sangat strategis dalam menopang kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia. Selain berfungsi sebagai penyangga ekologis yang menjaga keseimbangan lingkungan, hutan juga menjadi sumber pangan, sumber penghidupan, serta ruang sosial dan budaya bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Keberadaan hutan berkontribusi dalam menjaga kualitas air, mengatur iklim mikro, mencegah bencana ekologis seperti banjir dan longsor, serta menyediakan berbagai hasil hutan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat.

Dalam konteks pembangunan nasional, pengelolaan hutan selama ini kerap berorientasi pada kepentingan ekonomi skala besar yang cenderung mengabaikan peran dan kepentingan masyarakat lokal. Kondisi tersebut mendorong lahirnya kebijakan Perhutanan Sosial sebagai upaya korektif untuk memberikan akses dan hak kelola kepada masyarakat agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam pengelolaan kawasan hutan negara.

Salah satu skema dalam Perhutanan Sosial adalah Hutan Desa, yaitu kawasan hutan negara yang pengelolaannya diberikan kepada pemerintah desa dan masyarakat desa setempat untuk dimanfaatkan secara lestari demi kesejahteraan bersama.

Hutan Desa Bulan Sakti yang berada di Desa Kayu Bulan, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu wilayah yang diusulkan dalam skema Perhutanan Sosial – Hutan Desa dengan luas sekitar 78,30 hektar.

Kawasan ini memiliki potensi ekologis dan ekonomi yang cukup besar, baik sebagai penyangga lingkungan hidup maupun sebagai sumber pemenuhan kebutuhan masyarakat desa, khususnya dalam aspek pangan dan ekonomi lokal. Sebagian besar masyarakat Desa Kayu Bulan masih bergantung pada sumber daya alam di sekitarnya, sehingga keberadaan hutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Seiring dengan meningkatnya tantangan ketahanan pangan, terutama di wilayah pedesaan, diperlukan suatu pendekatan pengelolaan hutan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek konservasi semata, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Pendekatan menjaga hutan sembari menjaga ketahanan pangan menjadi penting untuk memastikan bahwa upaya pelestarian hutan dapat berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Skema pertanian berkelanjutan, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, serta penguatan ekonomi lokal berbasis sumber daya hutan merupakan strategi yang relevan untuk diterapkan di Hutan Desa Bulan Sakti.

Dengan demikian, pengelolaan Hutan Desa Bulan Sakti diharapkan dapat menjadi contoh praktik pengelolaan hutan desa yang mengintegrasikan kepentingan konservasi lingkungan dengan upaya menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kayu Bulan secara berkelanjutan.

Pengelolaan Hutan Desa dan Perhutanan Sosial

Hutan Desa merupakan bagian integral dari kebijakan Perhutanan Sosial yang dikembangkan oleh pemerintah untuk memberikan akses legal dan pengakuan hak kelola kepada masyarakat terhadap kawasan hutan negara.

Dalam kerangka Perhutanan Sosial, terdapat beberapa skema pengelolaan, antara lain Hutan Desa (Village Forest), Hutan Kemasyarakatan (Community Forestry), Hutan Tanaman Rakyat (Community Plantation Forest), Hutan Adat (Customary Forest), serta Kemitraan Kehutanan (Forestry Partnership). Keseluruhan skema tersebut bertujuan untuk mendorong keadilan pengelolaan sumber daya hutan sekaligus menjaga kelestarian fungsi ekologis hutan.

Pengelolaan Hutan Desa menempatkan masyarakat desa sebagai subjek utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pengelolaan hutan. Melalui mekanisme ini, masyarakat diberi kewenangan untuk memanfaatkan kawasan hutan secara terbatas dan berkelanjutan sesuai dengan rencana pengelolaan yang telah disepakati.

Prinsip utama dalam pengelolaan Hutan Desa adalah menjaga tutupan hutan, melindungi keanekaragaman hayati, serta memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya hutan tidak melampaui daya dukung lingkungan.

Melalui Perhutanan Sosial, masyarakat lokal memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi berbasis hutan tanpa harus merusak ekosistem yang ada. Kegiatan tersebut antara lain pengembangan sistem agroforestry, pengelolaan tanaman pangan di kawasan penyangga (buffer zone), serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu seperti madu hutan, rotan, damar, tanaman obat, dan produk-produk hutan lainnya. Dengan demikian, hutan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai kawasan yang harus dilindungi secara ketat, tetapi juga sebagai ruang hidup yang dapat dikelola secara arif untuk kepentingan masyarakat.

Ketahanan Pangan Desa

Ketahanan pangan desa merujuk pada kemampuan suatu komunitas desa dalam memenuhi kebutuhan pangan seluruh warganya secara cukup, aman, bergizi, dan berkelanjutan. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga mencakup aspek akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan dalam jangka panjang. Bagi masyarakat pedesaan yang bergantung pada sumber daya alam, hutan memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem ketahanan pangan.

Hutan menyediakan berbagai sumber pangan alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hasil hutan bukan kayu, seperti buah-buahan hutan, madu, umbi-umbian, dan tanaman obat, sering kali menjadi penopang kebutuhan pangan rumah tangga, terutama pada saat hasil pertanian mengalami penurunan. Selain itu, hutan juga berfungsi menjaga kesuburan tanah, ketersediaan air, serta iklim mikro yang mendukung keberlanjutan sistem pertanian di sekitarnya.

Pendekatan integrated land use, seperti agroforestry, menjadi sangat relevan dalam konteks ketahanan pangan desa. Agroforestry mengombinasikan penanaman pohon hutan dengan tanaman pangan atau tanaman bernilai ekonomi lainnya dalam satu kesatuan sistem pengelolaan lahan. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat untuk tetap memproduksi pangan sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan, sehingga tercipta keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Hutan Desa Bulan Sakti

Hutan Desa Bulan Sakti merupakan kawasan hutan yang diusulkan dalam skema Perhutanan Sosial – Hutan Desa dan terletak di wilayah administrasi Desa Kayu Bulan, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Luas kawasan Hutan Desa Bulan Sakti mencapai kurang lebih 78,30 hektar. Saat ini, kawasan tersebut masih berada pada tahap usulan penetapan hak kelola untuk dikelola secara resmi oleh masyarakat desa.

Secara ekologis, kawasan Hutan Desa Bulan Sakti memiliki fungsi penting sebagai penyangga lingkungan desa, penyedia jasa ekosistem, serta habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Secara sosial dan ekonomi, hutan ini menjadi sumber penghidupan potensial bagi masyarakat Desa Kayu Bulan, terutama dalam mendukung kegiatan pertanian, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, dan pengembangan usaha ekonomi produktif berbasis sumber daya lokal.

Pengelolaan Hutan Desa Bulan Sakti memiliki sejumlah tujuan dan manfaat strategis. Pertama, pengelolaan hutan desa bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan melalui pengawasan, perlindungan, dan pemanfaatan sumber daya hutan secara berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola utama, diharapkan upaya perlindungan hutan dapat dilakukan secara lebih efektif karena masyarakat memiliki kepentingan langsung terhadap keberlanjutan kawasan tersebut.

Kedua, pengelolaan Hutan Desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberian akses terhadap pemanfaatan hasil hutan dan pengembangan kegiatan ekonomi produktif. Melalui pengelolaan yang terencana, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus merusak hutan.

Ketiga, pengelolaan Hutan Desa Bulan Sakti diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan desa melalui integrasi aktivitas pertanian yang ramah lingkungan, seperti agroforestry dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang dapat menunjang kebutuhan pangan masyarakat.

Integrasi Pengelolaan Hutan dan Ketahanan Pangan

Integrasi antara pengelolaan hutan dan ketahanan pangan di Hutan Desa Bulan Sakti dapat dilakukan melalui beberapa strategi utama. Pertama, penerapan sistem agroforestry yang mengombinasikan tanaman pangan, seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman pangan lokal, dengan pohon hutan. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk memperoleh hasil pangan sekaligus menjaga tutupan vegetasi hutan.

Kedua, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) menjadi strategi penting dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Produk seperti madu hutan, rotan, damar, serta berbagai hasil hutan lainnya dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sumber pendapatan maupun sebagai penunjang kebutuhan pangan rumah tangga.

Ketiga, pembinaan teknis dan penyuluhan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan integrasi pengelolaan hutan dan ketahanan pangan. Peran dinas kehutanan, dinas pertanian, serta pendamping perhutanan sosial sangat diperlukan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan kepada masyarakat agar praktik pengelolaan hutan dan pertanian dapat berjalan secara sinergis dan berkelanjutan.

Keberhasilan pengelolaan Hutan Desa Bulan Sakti tidak terlepas dari peran pemerintah dan masyarakat desa. Pemerintah daerah dan pemerintah desa memiliki peran penting dalam memberikan dukungan kebijakan, fasilitasi, serta pembinaan kepada masyarakat. Penyuluhan mengenai pengelolaan hutan desa dan perhutanan sosial perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami hak, kewajiban, serta peluang yang dapat dikembangkan dari skema ini.

Di sisi lain, masyarakat desa berperan sebagai pengelola langsung yang bertanggung jawab menjaga dan memanfaatkan hutan berdasarkan prinsip keberlanjutan. Partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pengelolaan hutan sangat menentukan keberhasilan program ini, termasuk dalam menentukan pembagian fungsi lahan antara kawasan konservasi dan kawasan produksi pangan.

Penutup

Hutan Desa Bulan Sakti di Desa Kayu Bulan merupakan wilayah Perhutanan Sosial yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Pengelolaan hutan desa melalui pendekatan integrasi antara konservasi hutan dan ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui penerapan sistem agroforestry, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, serta pengembangan skema ekonomi produktif berbasis sumber daya hutan.

Keberhasilan pengelolaan tersebut sangat bergantung pada peran aktif pemerintah dan masyarakat desa dalam menjalankan prinsip-prinsip perhutanan sosial secara berkelanjutan. Untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan Hutan Desa Bulan Sakti, diperlukan penguatan kapasitas desa dan kelembagaan lokal dalam perencanaan dan pengelolaan hutan desa yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan.

Selain itu, kerja sama antar lembaga pemerintah, penyuluh pertanian, dan kelompok masyarakat perlu ditingkatkan guna mengoptimalkan penerapan agroforestry dan produksi pangan. Peningkatan akses pasar bagi produk hasil hutan dan hasil agroforestry juga menjadi langkah penting untuk mendukung perekonomian masyarakat desa secara berkelanjutan.

Tags: BULAN SAKTIHUTAN DESAKALIMANTAN TENGAHKAYU BULANLESTARIWALHI
ShareTweetSendSendScan
Yayasan Betang Borneo Indonesia Yayasan Betang Borneo Indonesia Yayasan Betang Borneo Indonesia
SEBELUMNYA

Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Pegunungan Meratus

BERIKUTNYA

Bakar Gambut Dalam Kebijakan Yang Abu-Abu

Amang Basri

Amang Basri

Masyarakat Kayu Putih, Pejuang Lingkungan Kalimantan Tengah

BERIKUTNYA
Perlindungan Gambut Masih Lemah

Bakar Gambut Dalam Kebijakan Yang Abu-Abu

Ilustrasi pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan dengan latar hutan dan aktivitas manusia, menggambarkan konflik antara kepentingan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan hidup.

IKN dan Logika Pembangunan yang Homosentris

  • Sejarah
  • Dapur
  • Menjadi Suara Melalui Tulisan
  • Galeri Kami

Copyright © SwaraPena - Komunitas Menulis Borneo

No Result
View All Result
  • Kelas Menulis
  • Pena Sastra
    • Prosa
    • Puisi
    • Non Fiksi
    • Cerita Rakyat
    • Naskah Drama
  • Pena Kabar
  • Pena Artikel
  • Pena Opini

Komunitas Menulis Borneo - Swara Pena

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In