Renjana Dalam Aksara

menggenggam tanganmu terasa mustahil. namun, sayangku, rasa ini tak kunjung reda, hatiku tak mampu kehilanganmu.
Renjana Dalam Aksara
EPISODE / KUTIPAN SPESIAL
menggenggam tanganmu terasa mustahil. namun, sayangku, rasa ini tak kunjung reda, hatiku tak mampu kehilanganmu.

dalam seluruh hidupku,
pena dan jariku lebih banyak berucap,
dalam banyak kertas dan sajak tentang rinduku,
tentang rasa yang tak akan bisa aku ungkap.
lidahku mungkin takkan berkata,
mataku takkan tunjukkan rasa,
berlindung di balik topeng layaknya pengecut,
dalam hati yang mulai asam bak limau kecut.
namun, sayangku, mampukah kau menyalahkanku?
pada hatiku yang terlampau mudah jatuh cinta?
atau haruskah aku menyalahkanmu?
yang pesonanya mampu menarik hingga ke jiwa?
di situ, di tempat itu, aku menyaksikannya,
cahayamu yang begitu terang, begitu indah,
hangat, membawa debar pada atma,
namun begitu jauh, terlampau jauh.
tanganku tak cukup jauh menggapaimu,
kakiku tak cukup kuat mengejarmu,
hanya mampu menatapmu di atas sana,
mengunci rapat hatiku dalam dada.
ah, dewa cinta ‘kan terhibur,
bersenang-senang menembakkan panahnya padaku,
tapi tidak pada hatimu,
kisah ini ditakdirkan tak pernah hadir.
haruskah aku berhenti?
menggenggam tanganmu terasa mustahil.
namun, sayangku,
rasa ini tak kunjung reda,
hatiku tak mampu kehilanganmu,
jiwaku menolak menghapus namamu,
hanya wajahku yang ‘kan terlihat baik-baik saja,
saat tanganku akan terus menumpahkan isi hatiku.

Palangka Raya, 4 juni 2026

Tinggalkan tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *