Masuk Daftar
Puisi

apa kabar?

apa kabar?
Ilustrasi Opini

jadi kata kata favoritku sejak jabat tangan pagi itu.
hey, kau yang datang sebentar tapi lama dilupakan, apa kabar?

bahwa sedari kau pergi dan meninggalkan bau rumput basah itu di hidungku,
melekat hingga ke halaman terakhir buku tulisku,
apa kabar?

dan walau tentu saja di sepertiga malammu; berpeluh dengan semua kenyataan dan mimpi manis tentang dunia yang akan dinikmati manusia manusia tak tahu diri ini,
apa kabar?

sejatinya, meski dirimu yang terlihat paling masuk akal,
bisa jadi kau yang paling tidak baik baik saja.

apa kabar?

Bagikan: X / Twitter Facebook WhatsApp

Bergabung dengan Komunitas

Ruang Aksara adalah rumah bagi penulis dan pembaca. Kirimkan karyamu, temukan suara barumu.