Masuk Daftar
Puisi

Sang Pemberani yang Kesepian

Ilustrasi Aktivis Kesepian
Sumber: Meta AI

Keberanian milik ku, mendarat pada rezim dan aparat

Bibir dan suaraku, gema pendapat atas nama rakyat

Teriakan lantang ku ini adalah kebenaran, menembus tameng aparat bangsat

Takut ku telah hilang sekalipun terror menerkam dan fakta dibalik media laknat

 

Aku bersaksi, kekasih ku yang hilang tak perlu dipikirkan

Namun tak dapat ku tampikkan, aku membutuhkan kekasih pemikiran yang sejalan

Dia, seseorang yang dikenal tak takut melawan para bajingan

Ah, itu hanya impian. Malam-malamku hanya sepi tanpa seorang pujaan

 

Aku. Lelaki pemberani penuh dengan gagasan

Tetapi tiada arti tanpamu masa depan

Ia berkata padaku, wahai lelaki: tanpa permaisuri pun engkau tetaplah raja

Taik, taik, taik. Aku tetap tak sanggup melihatmu memilih hati lain

 

Katamu lagi, orang-orang pasti datang dan pergi silih berganti

Namun ini soal hati, tak terima kau pindah ke lain hati

Walaupun kau berteriak, aku tak layak engkau cintai

Tapi kau insan yang berhak untuk dicintai

Bagikan: X / Twitter Facebook WhatsApp

Bergabung dengan Komunitas

Ruang Aksara adalah rumah bagi penulis dan pembaca. Kirimkan karyamu, temukan suara barumu.