Masuk Daftar
Puisi

Petani Mengganyang Korporasi

Ilustrasi Petani ganyang Koorporasi. (Sumber: ChatGPT)
Ilustrasi Petani ganyang Koorporasi. (Sumber: ChatGPT)

Kalian berjuang untuk makan

Dikampung halaman mengais pekerjaan

Kampung yang terasing oleh tangan korporat

Tapi betapa dihati melekat erat.

 

Kalian gemetar dan lapar

Dibumi yang subur, ditengah yang makmur

Betapa membumbung perbedaan kehidupan

Ditanah air tercinta yang diagungkan.

 

Surya dipundak semakin meninggi

Ditengah banjir air mata dan darah

Kalian berjuang antara dua pahlawan

Satu (pah)lawan berkhianat, satu pahlawan rakyat.

 

Oh Bintang, kami barisan penyair

Tegak siap pada yang benar

Ganyang para korporat bajingan tak bertanggung jawab

Si perusak alam serta lingkungan yang biadab.

 

Kau bertanya, nasib kami para petani

Di tanah ini cuma sepetak

Wahai kaum korporat biadab

Kau merapas dan menggusur tanah kami.

 

Bulir padi terkuras digerogoti

Bukan tikus tanah yang ditakuti

Kini tikus sang kekasih korporasi

Tanah disengketa dengan cara manipilasi.

 

Bercumbu mesra dengan birokrasi sana sini

Membungkam aparat, licik dan cerdik sekali

Slogan mengayomi kalian tiada lagi arti

Kini kau tindas dengan keji, seumpama kami seekor sapi.

 

Kami masih berdiri, keras bertahan ntuk mencoba melawan

Kaum korporasi menjajah petak tanah air kami

Tanah dan tumpah darah memutar sejarah

Suluh api akan tetap menyala, kami lawan-lawan-lawan.

Bagikan: X / Twitter Facebook WhatsApp

Bergabung dengan Komunitas

Ruang Aksara adalah rumah bagi penulis dan pembaca. Kirimkan karyamu, temukan suara barumu.