Masuk Daftar
Puisi

Pertanyaan-Pertanyaan Seusai Doa Malam

di lorong-lorong ini, Tuhan

kupungut serpihan doa yang rontok

dari mulut yang lapar, akan kasih

seperti anak yatim memungut kelereng

di halaman gereja sunyi

 

setiap malam kudengar doa

merangkak di tembok-tembok kesepian

mencari celah masuk ke dalam dada

yang telah kau tutup pintunya

dengan gembok waktu

 

di manakah engkau sembunyikan kunci-kuncinya?

di antara rosario yang putus

atau di sela anggur yang mengering

seperti bibir-bibir yang lupa bersukur?

 

aku berlari ke pelabuhan

mencari kapal yang membawa pulang

serpihan-serpihan diriku yang tercecer

di dermaga kenangan

tapi kutemukan hanya ombak

yang terus berbisik: kemana kau pulang?

 

maka di sini aku berdiri

di antara denting piring kosong

dan gelas-gelas menunggu isi

mencoba menghitung berapa lama lagi

kutahan lapar ini

 

setiap sujud kuulang pertanyaan

yang sama pada-Mu:

mengapa kesepian ini

terasa seperti doa

yang tak kunjung selesai?

 

di sudut kamar

ku hitung yang tersisa

sambil mengenang wajah

yang telah Kau panggil, meninggalkan aku

dengan kitab yang masih tergelar

dengan sujud yang entah

kapan akan ku sempurnakan

 

Tuhan,

jika memang kesepian ini adalah cara-Mu

mengajariku makna

mengapa Kau titipkan dia

di ruang yang sempit

dalam dadaku?

Bagikan: X / Twitter Facebook WhatsApp

Bergabung dengan Komunitas

Ruang Aksara adalah rumah bagi penulis dan pembaca. Kirimkan karyamu, temukan suara barumu.