Pesan: Bagimu Suami(ku) di Masa Depan
Puisi tentang cinta yang menerima ketidaksempurnaan; mencintai seseorang meskipun hatinya masih menyimpan kenangan masa lalu.
Kategori
Puisi tentang cinta yang menerima ketidaksempurnaan; mencintai seseorang meskipun hatinya masih menyimpan kenangan masa lalu.
Peluru itu, Seperti butiran hujan dalam kehidupan rakyat Peluru itu Merenggut tengkorak dan otak Sungguh, Azazil tertawa di balik jirah…
Kalau pun kelak aku akan menjadi manusia yang berguna untuk orang-orang miskin, maka sungguh pun itu karena fungsiku sebagai manusia.…
Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh sawah hijau dan pegunungan, hiduplah seorang anak tengah bernama Rina. Ia lahir di…
Berseberangan dengan siapa kamu berpihak? Di sebuah bar kecil yang dipenuhi aroma lavender dan alkohol, tiga pria tengah menikmati keheningan…
di lorong-lorong ini, Tuhan kupungut serpihan doa yang rontok dari mulut yang lapar, akan kasih seperti anak yatim memungut kelereng…
hei, semesta sedemikian unik, ya ia tawarkan perlawanan dari hati yang terkungkung jalan panjang hingga, akhirnya jiwa berbalik merdeka(?) pun,…
Anjing-anjing cokelat tampak seperti malaikat Menggonggong nasib rakyat yang terjerat: Mereka menggonggong tentang madtabat Diam-diam menggarong uang rakyat O, rakyat…
Malam itu, dunia seolah runtuh di hadapanku. Setiap detak jantungku terasa seperti palu yang memukul dinding kepercayaanku. Melihat Martha, istriku,…
Di tengah malam yang sunyi, ketika bintang-bintang bersembunyi di balik awan kelabu, John melangkah pulang dengan harapan akan kehangatan dari…