Rabu, Hari yang Berdebu
Puisi

Rabu, Hari yang Berdebu

semesta seolah menuntunku padamu, diantara parade waktu yang lalu-lalang menjelma menjadi aksara yang paling istimewa
Pemandangan puncak gunung berkabut dengan pegunungan berlapis di kejauhan saat fajar
Cerpen

Suara yang Tertinggal di Punggung Gunung

Ketika aku kembali ke Palangkaraya beberapa hari kemudian, rumah sakit masih sama. Lorong-lorong itu masih sibuk. Suara perawat yang sering memanggilku kembali terdengar. Keras seperti biasanya.
Ilustrasi dua pelari maraton dengan tulisan Festina Lente (Bergegaslah dengan Perlahan)
Refleksi

Festina Lente (Bergegaslah dengan Perlahan)

Saat scroll tiktok, salah satu akun membagikan video perlombaan lari marathon di salah satu negara Asia. Terlihat mencolok, seorang pria dewasa mengenakan...
Mahasiswi berhijab menulis di buku catatan di depan rak-rak perpustakaan
Opini

Mahasiswa dan Buku

Mahasiswa itu kaum intelektual! sudah berbeda dengan anak SMA sederajat. Tak mengenakan baju seragam sesuai hari lagi, aturan sekolah yang ketat, maupun...