Menuju ke konten
Swara Pena
Support Us
SWARAPENA
  • Karya Sastra
    • Cerpen
    • Esai Kreatif
    • Prosa
    • Puisi
  • Karya Tulis
    • Artikel
    • Catatan
    • Esai
    • Feature
    • Opini
    • Refleksi
    • Resensi
  • Jurnalistik
    • Berita
    • Laporan Mendalam
    • Reportase
  • Surat dari Dapur
  • Status Naskah
  • Peta Cerita
  • Kirim Karya
  • Kelas Menulis
  • Support Us
Support Us
  • Semua
  • Karya Sastra
  • Cerpen
  • Esai Kreatif
  • Prosa
  • Puisi
  • Karya Tulis
  • Artikel
  • Catatan
  • Esai
  • Feature
  • Opini
  • Refleksi
  • Resensi
  • Jurnalistik
  • Berita
  • Laporan Mendalam
  • Reportase
  1. Beranda
  2. Dhany
Ilustrasi masyarakat adat dan pegiat lingkungan di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, membawa spanduk “Selamatkan Meratus” dengan latar hutan, satwa liar, dan simbol penolakan pembalakan serta kebijakan konservasi yang dinilai tidak adil.
OPINI

Menjaga Meratus dengan Keadilan Ekologis

Rencana penetapan Pegunungan Meratus sebagai taman nasional menuai pro dan kontra karena berpotensi membatasi ruang hidup masyarakat adat

Oleh: Dhany 9 Feb 2026 • 8 menit baca

Support Swarapena

Dukung jurnalisme independen, ulasan kritis, dan ruang komunitasi sastra bersama Swarapena. Ikuti dan bergabunglah dengan jaringan kami.

  • Member Swarapena
  • Twitter / X
  • Tumblr
  • Facebook
  • Instagram
  • Tentang Kami
  • Dapur SwaraPena
  • Galeri Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Status Naskah
  • Kirim Karya
  • Donasi
  • Peta Cerita
  • Semua Tulisan

© 2026 SWARAPENA. Hak Cipta Dilindungi.

Cari di SwaraPena

Contoh: puisi, budaya, kalimantan.