Masuk Daftar
Puisi

perihal sakit hati

Ilustrasi

dan ya, bisa jadi kau takkan pernah terbiasa dengan sakit hati, walau sudah mengalaminya ribuan kali.

barangkali memang perasaan sakit hati diciptakan agar kita terbiasa—bahwa hidup adalah soal menerima apa-apa yang tidak kita suka; ucap seorang kawan di sela-sela kopi dan rokok kreteknya.

ah! terlalu pasrah! terlalu melankolis! —umpatku dalam hati, dibalut senyum tipis, lalu pergi ke dapur dan membuat teh; asam lambungku sudah naik hari ini karena terlalu banyak menelan rindu yang menguras jam tidurku.

tapi ternyata, bahkan ketika aku buang hajat, ujaran itu tetap terngiang. parahnya, bercinta jadi tak senikmat biasanya. sialan!!

bagaimana bisa aku disuruh menerima apa-apa yang tidak aku suka?
lalu impianku? mimpiku? doaku yang begitu panjang pada setiap ulang tahun? pengorbananku? usahaku?

menerima apa-apa yang tidak aku suka?
menerima apa-apa yang tidak aku suka?
menerima apa-apa yang tidak aku suka, katanya?!

…
…
…

nyatanya, aku lebih sering menangisi kehadiran diriku yang begini atau begitu.
mau berharap apa?

Bagikan: X / Twitter Facebook WhatsApp

Bergabung dengan Komunitas

Ruang Aksara adalah rumah bagi penulis dan pembaca. Kirimkan karyamu, temukan suara barumu.