Masuk Daftar
Puisi

Teranyam Sendu Namamu

Derap langkahku bergemuruh
Pulang ku, reruntuhan kelam tak berpenghuni
Cahayamu, menuntunku membingkai serpih

Ku bentangkan setiap harap
Tergantung doa, bergurat namamu
Entahlah, aku di persimpangan sunyi
Pergi mu, jejak yang tak dapat ku hapus

Angin berbisik, ia sepi, lirih, dan aku tertatih
Gulungan kerinduan yang kau berikan teranyam indah, membekas dalam pula
Pergi mu, menuntunku di persimpangan waktu

Kau beranjak pergi, aku masih tak terhenti
Ku susuri serpihan jejakmu, mengingatmu lagi
Sebab pulang, kini tak kita, tetapi aku
Tentang harap yang tetap ada

Di ujung sana, mentari telah menanti
Menyinari jejakku yang memulai berdikari
Meski kini, sadar ku bukan lagi sadar mu

Jalan pulang ku, tetap mengarungi samudera waktu
Harus ku sampaikan, teranyam sendu namamu

Bagikan: X / Twitter Facebook WhatsApp

Bergabung dengan Komunitas

Ruang Aksara adalah rumah bagi penulis dan pembaca. Kirimkan karyamu, temukan suara barumu.