Masuk Daftar
Puisi

pemuda tukang sampah

Pemuda pengumpul sampah

pada jam sebelum ayam berkokok

asap kreteknya yang memekat sudah memecah embun yang jatuh

karena jika terlambat, maka ikan kering dan orak tempe untuk jatah lambungnya akan pergi menjadi jatah perut mahasiswa yang walau bangun siang tapi punya orang tua penyayang.

 

kesenangan pemuda pembuang sampah

 

walau bukan tak ada pekerjaan lain yang membuat kantongnya melebar, ia lebih suka mengumpulkan barang barang busuk dan basi ini,

meski sering aku menyaksikan sendiri, kadang ia tak membawa ikan atau tempe, justru membawa kipas angin atau bantal kempes.

 

kesenangan pemuda pembuang sampah;

yang wangi lidah buaya dari rambutnya terhalang oleh keringat lalat dan belatung dari santan busuk yang selalu ia temui.

“mungkin hanya aku satu satunya yang tahan dengan bau sampah sampah ditempat ini, entah ditempat lain” ucapnya selalu saat kutanya kenapa.

Bagikan: X / Twitter Facebook WhatsApp

Bergabung dengan Komunitas

Ruang Aksara adalah rumah bagi penulis dan pembaca. Kirimkan karyamu, temukan suara barumu.